Pemanfaatan Blockchain untuk Meningkatkan Layanan Platform Kencan Online

Platform kencan online merupakan bagian dari industri internet yang memiliki peluang tersendiri. Dalam perkembangannya, segmen ini secara perlahan mulai bergeser dari basis situs web menjadi aplikasi, seiring dengan makin maraknya adopsi penggunaan perangkat mobile di tengah masyarakat.

Dampaknya, kini makin banyak orang yang mulai membuka diri dengan membuat profil online. Mereka mencari pasangan dengan memanfaatkan internet, terutama lewat aplikasi mobile seperti Tinder dan semacamnya.

Meski makin banyak orang memanfaatkan platform kencan online untuk mencari pasangan, kecenderungan ini juga menimbulkan masalah bagi para pengelola platformnya. Beberapa kasus seperti pembuatan profil palsu dan aksi peretasan akun menjadi problem yang masih terus dihadapi pengelola platform kencan online. Pemanfaatan teknologi blockchain diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi permasalahan ini masa mendatang.

 

Potensi disrupsi blockchain dalam kencan online

Nick Cuttonaro, seorang penggiat blockchain sekaligus pendiri dan presiden sebuah agen manajemen reputasi online bernama The Link Builders, melalui siaran podcast menjelaskan bahwa terdapat banyak cara melakukan verifikasi identitas pengguna dengan berbagai teknologi dan layanan yang ada saat ini.

“Saat hendak memvalidasi identitas, kamu tidak perlu menaruh seluruh jaringan layanan kencan dalam blockchain,” ujar Cuttonaro. “Kamu dapat memanfaatkan jaringan yang sudah ada (misalnya Tinder, OkCupid, eHarmony, Match.com) dan mengintegrasikan solusi manajemen identitas seperti Civic atau Persona pada aplikasimu sebagai guna memvalidasi identitas orang.”

 

Civic dan Persona merupakan dua platform pengamanan identitas yang memanfaatkan blockchain dan data biometrik dengan struktur terdesentralisasi pada perangkat seluler. Dengan menggunakan layanan mereka, para pengguna bisa menghemat waktu untuk memperbarui data diri saat mendaftar pada berbagai platform online, dan para pengelola platform bisa lebih mudah mengidentifikasi keabsahan data diri orang yang mendaftar.

Pemanfaatan blockchain juga bisa digunakan pengelola platform kencan online untuk menghadirkan fitur transaksi cryptocurrency. Pengelola bisa memberikan insentif pada pengguna platform untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu.

Misalnya, jika pengguna mengisi sebagian besar data diri di platform untuk membantunya menemukan jodoh, mereka bisa mendapat imbalan dalam bentuk token cryptocurrency dari pengelola platform bersangkutan. Contoh lain bila salah seorang pengguna mangkir dari janji bertemu dengan pasangan platform kencan, maka pengguna tersebut bisa dikenai penalti kehilangan sejumlah token.

 

Bukan solusi untuk semua masalah

Meski berpotensi menjadi solusi untuk meminimalkan masalah yang umumnya dialami layanan matchmakingbukan berarti blockchain bisa sepenuhnya menghapus semua masalah. Salah satunya problem yang ada adalah penggunaan foto palsu atau foto yang telah diedit.

Membuktikan apakah foto tersebut diedit dengan Photoshop atau tidak, Cuttonaro mengaku cukup sulit untuk divalidasi oleh sistem. Namun, menurutnya ada banyak sistem validasi lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan validitas foto yang disertakan para pengguna, misalnya dengan pemberian insentif untuk penyediaan data yang akurat.

Pemanfaatan blockchain untuk kebutuhan matchmaking pasangan onlinesendiri saat ini sudah dilakukan oleh beberapa pengelola platform kencan onlinePonder misalnya, layanan yang berbasis di Amerika Serikat ini memanfaatkan blockchain sebagai pendorong ekosistem bagi seseorang untuk “menjodohkan” individu lainnya.

Fungsi unik ini mendorong pengguna untuk mencoba menggunakan layanan Ponder. Di samping membantu orang untuk menemukan teman kencan, ekosistem tersebut juga membantu melatih algoritme sistem untuk menyempurnakan sistem yang mereka punya.

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Informasi dalam artikel telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Risky Maulana sesuai dengan format dan standar editorial Tech in Asia Indonesia; Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

ABOUT WRITER

Recommended Posts

Leave a Comment