Panduan Membuat Strategi PR untuk Startup dan Tip Memilih Agensi PR

Setiap awal tahun, saya selalu melakukan rapat dengan founder dari Truecaller untuk menentukan arah dan tujuan perusahaan, serta memahami prioritas utama kami di tahun itu. Rapat seperti ini sangat penting guna menyesuaikan strategi komunikasi dan memastikan kami membangun “cerita” yang tepat untuk membantu perusahaan berkembang.

Panduan di bawah ini kami buat pada tahun 2016, dan tetap menjadi pedoman utama dalam membangun “cerita” perusahaan. Dalam setiap wawancara, kami akan coba menjelaskan bagaimana perjalanan awal startupini, di mana posisinya sekarang, dan ke mana arah perusahaan akan berjalan.

 

Panduan seperti ini akan sangat bermanfaat bagi para jurnalis yang ingin mendapatkan gambaran besar tentang startup kamu. Setiap kali mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman membangun brand perusahaan dengan startup dan pengusaha lain, saya selalu menjelaskan model PIST (nama untuk model pemetaan pesan) ini kepada mereka.


Model PIST

Tentukan posisi startup kamu (positioning). Saat memikirkan tentang brandperusahaan di masa-masa awal, kami tahu bahwa kami harus membuat sesuatu yang menarik perhatian masyarakat.

Apa yang kami sajikan sebenarnya adalah layanan yang memungkinkan pelanggan mengetahui siapa orang yang menghubungi mereka, dan membuat “penyaring” nomor-nomor yang mengganggu berdasarkan laporan pengguna lain. Layanan seperti ini tentu akan bermanfaat bagi setiap pengguna smartphone.

Karena itu, kami tidak membandingkan layanan ini dengan White Pages (buku atau layanan yang berisi daftar nomor telepon) atau aplikasi pemblokir nomor telepon lain. Kami justru menganggap Google Search dan Facebook sebagai kompetitor. Hal ini dikarenakan para jurnalis sangat menyukai cerita David versus Goliath (dalam bisnis, ungkapan ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perjuangan startup kecil melawan perusahaan besar).


Beri wawasan baru (insight)

Salah satu cara paling efektif untuk memuaskan media adalah dengan memberi wawasan baru yang bisa mereka ubah menjadi cerita menarik.

Sebagai contoh, layanan kami fokus pada spam, penipuan, serta panggilan telepon dan pesan dengan nada mengancam. Masalah ini menimpa banyak sekali orang. Dengan menceritakan masalah-masalah tersebut, orang lain akan menganggap bahwa layanan ini memang sangat penting.


Buat pesan yang sederhana (simplicity)

Salah satu kesalahan besar yang kami buat di masa-masa awal adalah berusaha untuk tampil menonjol dari startup lain. Saat itu, kami menyebut diri sendiri sebagai “komunitas verifikasi nomor telepon terbesar di dunia”.

Apakah sebutan tersebut masuk akal? Jawabannya adalah sama sekali tidak. Namun kami terus menggunakan sebutan tersebut selama lebih dari setahun, sebelum menyerah dan memikirkan ulang keseluruhan konsep.


Bangun kepercayaan (trust)

Salah satu penasihat saya yang berasal dari Xoogler (sebutan untuk orang yang pernah bekerja di Google) pernah mengatakan bahwa pekerjaan utama saya sebagai Direktur Komunikasi adalah membangun “media kapital”(koneksi dengan media yang bermanfaat untuk perusahaan).

Dengan begitu, perusahaan saya pun bisa mengambil risiko lebih besar, tanpa takut akan muncul berita buruk di media. Kata-kata itu terus saya ingat sampai sekarang.

Kepercayaan adalah aset paling penting dari sebuah perusahaan, dan butuh waktu yang sangat lama untuk membangunnya. Karena itu, setiap kali membuat cerita, pesan, dan kata-kata, pastikan semuanya benar-benar bisa membantu membangun kepercayaan di mata media dan masyarakat.


Memilih agensi Public Relation (PR)

Menggunakan konsultan atau agensi PR sangat membantu kami untuk mengomunikasikan pesan dan menjangkau pasar-pasar baru. Kami memilih untuk menggunakan agensi yang berbeda-beda, sesuai dengan tahap perkembangan perusahaan.

Berikut ini bagaimana kami memilih agensi:

  • Tahap awal: Ini adalah saat terjadi perkembangan yang cukup signifikan di grafik pertumbuhan, yang artinya pengguna mulai mengenal kami. Di tahap ini, kami lebih memilih untuk bekerja dengan agensi atau konsultan kecil. Mereka biasanya menetapkan harga yang lebih murah, dan bekerja keras untuk memberikan kesan baik.
  • Tahap berkembang: Ini adalah masa di mana layanan kami sering digunakan dan telah mencapai Critical Mass (jumlah pembeli atau pengguna yang dibutuhkan untuk masuk ke tahap percepatan usaha). Di tahap ini, kami memutuskan bekerja dengan agensi yang lebih besar, untuk membantu mengembangkan cerita.
  • Tahap lanjutan: Ini adalah saat nama kami telah dikenal secara nasional. Pada tahap ini, kami butuh agensi dengan jaringan luas, yang bisa membantu menjangkau kota besar dan kecil. Mereka pun bisa memberikan respon dengan cepat dan bersikap lebih proaktif.

Satu hal yang saya pelajari selama pengalaman bertahun-tahun adalah keterlibatan agensi PR tidak menjadi jaminan perusahaan kamu akan diliput oleh media.

Selain itu, makin banyak informasi yang kamu berikan kepada agensi PR, akan membantu mereka menjual cerita tentang perusahaan kamu dengan lebih baik.

Kamu juga harus membuat panduan yang jelas untuk mereka. Saya berusaha untuk sangat transparan saat mengomunikasikan tujuan dan hasil yang saya inginkan. Mempunyai Key Performance Indicator (KPI) yang jelas sangat lah penting.

Berikut ini adalah checklist yang kami gunakan ketika memilih agensi PR:

Hal yang penting dalam hubungan sebagai agensi dan klien:

  • Kecocokan dengan tim yang ditugaskan untuk bekerja dengan kita. Orang yang melakukan pitching harus turut bergabung dengan tim tersebut. Terkadang, agensi PR mengirim orang terbaik mereka saat pitching, namun menugaskan orang yang lebih junior untuk bekerja dengan klien.
  • Pemahaman mereka tentang produk atau layanan, serta kemampuan untuk melihat bagaimana kita bisa memosisikan diri di industri.
  • Mempunyai alur kerja yang baik dan terstruktur, serta kemampuan eksekusi yang hebat.
  • Dapat bekerja dengan cepat.

Hasil yang diinginkan dari agensi PR tersebut:

  • Ide: Mampukah mereka melihat hal penting yang kita lewatkan? Mampukah mereka memberi saran bagaimana kita harus dikenal oleh masyarakat?
  • Menjelaskan siapa yang harus kita sasar (media umum atau bisnis?) dan bagaimana caranya? Komponen apa saja yang diperlukan untuk membangun hubungan dengan media?
  • Strategi untuk membangun kepercayaan dengan media.
  • Rencana untuk terhubung dengan pemain penting di industri.

Kriteria dalam memilih agensi:

  • Mengenal media lokal dan internasional
  • Memahami ekosistem teknologi lokal dan internasional
  • Hubungan yang baik dengan media
  • Menantang pemikiran kita dan bersedia bekerja lebih keras untuk memberikan hasil berkualitas.
  • Dan yang paling penting, mengerti layanan dan visi kita.

Terakhir, kamu harus bertanya pada diri kamu sendiri, apakah agensi tersebut bisa membantu membangun kepercayaan publik?

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Aditya Hadi Pratama sesuai dengan standar editorial Tech in Asia Indonesia. Diedit oleh Fairuz Rana Ulfah)

 

ABOUT WRITER

Recommended Posts

Leave a Comment