Cara Melakukan Negosiasi Gaji ketika Bergabung dengan Sebuah Startup

Dahulu, ada anggapan bekerja di dunia startup merupakan pilihan karier yang buruk, atau menunjukkan bahwa orang tersebut putus asa tidak bisa mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Namun sekarang, persepsi tersebut telah berubah.

Sebagian orang kini seperti ingin merasakan “kehidupan startup“. Ada semacam dorongan semangat dan komitmen yang kuat ketika bekerja di sebuah startup, yang bisa membuat orang-orang tersebut ketagihan. Jadi, apa yang harus kita lakukan saat menerima tawaran untuk bergabung dengan sebuah startup?

“Apakah saya bisa mendapatkan gaji yang mendekati pendapatan kamu ketika bekerja di perusahaan besar?”

Apabila kamu telah melakukan riset tentang startup tersebut dan tertarik untuk bergabung, maka langkah selanjutnya yang harus kamu diskusikan adalah soal gaji. Sebaik apa pun tawaran tersebut, pasti ada pertanyaan yang sedikit mengganggu, “Apakah saya bisa mendapatkan gaji yang mendekati pendapatan kamu ketika bekerja di perusahaan besar?”

Tentu bisa, apabila kamu mampu bernegosiasi.

Ada sangat banyak startup di mana kamu bisa bekerja, namun tidak semua bisnisnya bisa meraih kesuksesan. Menurut Greg Carney, Director of Consulting di perusahaan engineering Carney-Neuhaus yang juga pernah bekerja di beberapa startuphanya 1 dari 5 startup yang bisa terus beroperasi dalam jangka waktu yang lama, dan hanya 1 dari 20 startupyang benar-benar bisa menjadi startup sukses.

Jika kamu bekerja di sebuah startup dan pendapatan kamu tergantung pada sebaik apa perkembangan startuptersebut, maka kamu mengambil risiko yang sangat besar.

 Greg Carney, Director of Consulting Carney-Neuhaus

Apa yang perlu kamu pertimbangkan?

Tidak ada hal yang pasti apabila kamu bicara tentang gaji, sehingga kamu hanya bisa menebak berapa gaji yang tepat untuk kamu. Ada beberapa faktor yang bisa kamu pertimbangkan untuk menentukan angka gaji tersebut:

1. Berapa rata-rata gaji di industri tersebut?

Cari informasi di dunia maya tentang startup yang akan kamu masuki, dan startup lain yang berada di industri yang sama. Cari tahu berapa rata-rata gaji karyawan di industri tersebut, dan berapa biasanya gaji seseorang di posisi yang akan kamu tempati.

2. Berapa gaji karyawan di startup tersebut?

Kamu pun harus mencari tahu berapa gaji karyawan yang berada di startupyang akan kamu masuki. Hal ini mungkin akan sulit ditemukan secara online, sehingga kamu mungkin harus mencoba bicara langsung dengan karyawan lain yang telah bekerja di startup tersebut.

3. Bagaimana kondisi finansial startup tersebut?

Sebagai bagian dari riset, kamu juga harus mencari data tentang kondisi finansial startup yang akan kamu masuki. Gaji yang besar tidak akan berguna apabila startup tersebut langsung bangkrut dalam waktu beberapa bulan.

4. Berapa pendanaan yang telah diterima startup tersebut?

Situs seperti CrunchBase bisa memberikan data tentang valuasi dan pendanaan yang diterima oleh sebuah startup. Data tersebut bisa membantu kamu dalam memvalidasi jumlah modal yang mereka miliki, sehingga kamu bisa menentukan potensi perkembangan dari startup tersebut.


Permainan angka

Sekarang kamu telah mempunyai sebuah besaran gaji yang akan kamu minta. Bagaimana kamu bisa mendapatkan tawaran terbaik?

Setiap tawaran sebenarnya bisa dinegosiasikan. Hal tersebut tergantung pada strategi yang kamu terapkan, dan seberapa baik kamu mendiskusikan tawaran dari startup tersebut.

Kamu juga harus melakukan pendekatan yang sesuai. Sebuah startupberbeda dengan perusahaan Fortune 500 yang memungkinkan kamu untuk meminta ruang kerja lebih baik atau waktu cuti lebih panjang. Startup hanya memberikan tawaran pada individu yang rela mengorbankan gaji besar dan waktu cuti panjang, demi keuntungan besar di masa depan.

Sunil Goel, Managing Director dari GlobalHunt, melihat dengan banyaknya startup yang gagal, para calon karyawan cenderung hanya mempertimbangkan faktor gaji ketika memilih startup.

Startup saat ini berada di tahap konsolidasi, dengan banyaknya peluang akuisisi dan merger, sehingga ESOP bisa lebih menguntungkan untuk jangka panjang.

 Sunil Goel, Managing Director GlobalHunt

Contohnya ada sejumlah orang lebih memilih startup yang memberikan bonus. Padahal sebenarnya bonus tersebut hanya memberikan keuntungan sesaat, dan dibayarkan sekali setiap kuartal atau setiap tahun. Namun bonus tersebut terkadang tetap lebih menarik bagi karyawan meski nilainya hanya sepertiga atau seperempat dari nilai Employee Stock Ownership Plan (ESOP) yang ditawarkan perusahaan.

Ingatlah faktor-faktor tersebut saat kamu tengah melakukan negosiasi. Baik kamu maupun wakil dari pihak startup pasti ingin menyelesaikan negosiasi tersebut dengan perasaan sebagai seorang pemenang.

Namun kamu harus paham apa yang ingin kamu menangkan. Di sinilah kamu akan merasakan pentingnya riset yang kamu lakukan sebelumnya dan data-data yang kamu dapatkan.

Diskusikan apa yang membuat harga kamu begitu tinggi di pasaran, dan apa yang bisa kamu berikan kepada perusahaan

Kamu harus melakukan pertemuan tatap muka dengan fokus yang jelas, apakah kamu ingin mendapatkan gaji dengan jumlah yang lebih besar, atau persentase saham yang lebih banyak. Kamu hanya bisa memilih salah satu dari kedua hal tersebut.

Jika kamu tidak siap menanggung risiko dan telah mempunyai gaji yang besar sebelumnya, maka fokuslah untuk mengejar gaji yang besar. Namun jika kamu melihat potensi yang besar di startup tersebut dan siap menanggung risiko, maka kamu sebaiknya lebih memilih persentase saham yang lebih banyak.

Namun di dua skenario tersebut, kamu harus menyebutkan alasan yang kuat mengapa kamu harus mendapat gaji yang besar atau menerima bagian saham yang banyak. Persiapkan alasan-alasan tersebut. Diskusikan apa yang membuat harga kamu begitu tinggi di pasaran, dan apa yang bisa kamu berikan kepada perusahaan.

Yang terpenting, bicaralah dengan data.

Ajukan pertanyaan, dengan hati-hati

Salah satu alasan mengapa banyak orang menghindari negosiasi adalah karena mereka merasa takut. Kamu mungkin merasa canggung, tidak tahu bagaimana cara bernegosiasi, tidak punya pengalaman melakukan, dan banyak alasan lainnya. Namun sebenarnya ada satu trik yang bisa kamu lakukan, yaitu dengan mengajukan pertanyaan.

Menurut Ian Ide, General Manager dari perusahaan rekrutmen Winter, Wyman & Co., kamu akan bisa membuat keputusan yang baik apabila kamu telah mengevaluasi model bisnis dari startup tersebut.

Tak masalah apabila kamu mengajukan pertanyaan kepada mereka, mulai dari bagaimana mereka mendapatkan pendapatan? Apa saja sumber pemasukan mereka? Kapan mereka berharap bisa meraih keuntungan? Apa strategi exit mereka?

 Ian Ide, General Manager Winter, Wyman & Co

Jelaskan apa yang kamu inginkan. Lebih jelas kamu menerangkannya, akan lebih baik untuk semua pihak. Beri tahu apa harapan kamu kepada mereka, dan tampilkan data untuk mendukungnya.

Tak hanya itu, kamu juga harus menanyakan apa harapan dari perusahaan tersebut kepada kamu. Beri tahu bagaimana kamu bisa memenuhi harapan tersebut sebaik mungkin.

Dengan risiko yang ada ketika bergabung dengan sebuah startup, beberapa orang mungkin akan fokus untuk meminta gaji dan bonus yang besar. Namun jangan takut untuk meminta sesuatu yang berbeda, misalnya tunjangan pendidikan. Mereka mungkin menolak, namun tidak ada salahnya untuk bertanya.

Salah satu pendekatan yang terbaik adalah jangan membuat negosiasi ini bersifat personal. Bekerja untuk sebuah startup merupakan keputusan yang serius, sehingga kamu harus memikirkan sisi bisnis dan nilai-nilai yang bisa kamu dapatkan dari keputusan tersebut.

Elemen paling krusial dalam negosiasi ini adalah komitmen kamu. Jika kamu tidak mempunyai komitmen, maka tidak ada gunanya melakukan negosiasi. Namun jika kamu telah melakukan riset dan menentukan apa yang menjadi prioritas kamu, maka kamu akan menyelesaikan negosiasi tersebut dengan merasa sebagai seorang pemenang.

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Aditya Hadi Pratama sesuai dengan standar editorial Tech in Asia Indonesia. Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

 

ABOUT WRITER

Recommended Posts

Leave a Comment