5 Manfaat Penerapan Gamification di dalam Perusahaanmu

Jenis permainan seperti apa yang menjadi favorit kamu? Apakah board gamevideo game? atau permainan tradisional seperti galasin dan petak umpet?

Terlepas dari fungsinya untuk melepas stres, ternyata permainan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pekerja serta mendapatkan pengguna untuk produk yang kamu buat. Metode ini dinamakan gamification, yaitu proses menggunakan mekanisme atau aturan yang ada di dalam permainan pada aktivitas atau konteks non-permainan.

Bisnis dapat memanfaatkan elemen tantangan sebagai salah satu unsur gamification guna menyelesaikan permasalahan spesifik.

Gamification bekerja dengan menggunakan elemen-elemen yang ada di dalam permainan, seperti poin, badge, leaderboard, dan achievement. Elemen-elemen inilah yang akan memancing pengguna untuk saling berinteraksi satu sama lain dan bersaing untuk menjadi yang terdepan.

Selain itu, bisnis juga dapat memanfaatkan elemen tantangan sebagai salah satu unsur gamification guna menyelesaikan permasalahan spesifik. Dengan menantang para karyawan dalam sebuah permasalahan, kamu akan mendapatkan solusi secara aktif dari mereka.


Jangkau pengguna dengan cara baru

Hal yang paling menarik dari gamification adalah caranya untuk dapat menarik perhatian pengguna. Metode ini membuka jalan untuk perusahaan dan pengguna agar dapat saling berinteraksi dengan cara baru.

GO-POINTS dari GO-JEK adalah salah satu contohnya. GO-POINTS bekerja ketika pengguna menggunakan saldo GO-PAY mereka ketika menggunakan jasa GO-JEK. Dari setiap transaksi yang berhasil, pengguna akan mendapatkan token yang akan diundi untuk mendapatkan poin. Poin ini nantinya akan ditukar dengan berbagai penawaran menarik seperti diskon atau voucer.

GO-POINTS memanfaatkan elemen reward dalam bisnisnya. Semakin sering pengguna menggunakan GO-PAY dalam bertransaksi, semakin besar pula kesempatan mereka untuk memperoleh berbagai hadiah dan penawaran dari GO-JEK. Selain itu, terdapat elemen leaderboard, yang memicu pengguna untuk mendapatkan sebanyak mungkin poin agar berada di puncak klasemen.

Upaya ini dilakukan oleh GO-JEK untuk memicu pengguna agar lebih sering menggunakan GO-POINTS. Pengguna yang tadinya lebih banyak bertransaksi dengan tunai, kini dapat menggunakan jasa dompet online GO-PAY yang dimiliki oleh GO-JEK.


Gamification membantu bisnis dalam merancang strategi

Sumber: Pixabay

Jadi bagaimana gamification dapat menghadirkan perubahan positif di dalam perusahaan? Langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan cara mengimplementasikannya pada strategi yang kamu miliki. Permainan dapat menarik perhatian karyawan yang bekerja denganmu, sama seperti ketika permainan menarik perhatian pengguna.

Permainan dapat membantumu memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Salah satu contohnya adalah alternate reality games (ARG). ARG akan mengajak peserta untuk ikut andil mengantisipasi berbagai masalah atau situasi yang ada di masa depan. Salah satu contohnya adalah World Without Oil yang dibuat oleh Ken Eklund.

Gamification akan memacu kemampuan berpikir kreatif, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah dalam bawah waktu yang ketat.

Selain itu, permainan juga dapat membantumu merencanakan berbagai skenario. Dalam permainan ini, peserta akan melalui beberapa langkah untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan pada kondisi tertentu.

Hal ini akan berguna, terutama pada beberapa skenario penting seperti negosiasi. Permainan semacam ini dilakukan oleh tentara Amerika Serikat untuk melatih kemampuan negosiasi.

Gamification juga dapat digunakan sebagai wahana brainstorming—yang populer dengan sebutan gamestorming. Perkenalkan sebuah permasalahan ke beberapa grup peserta, kemudian berikan waktu untuk mereka menuliskan solusi dari permasalahan tersebut. Ini akan memacu kemampuan berpikir kreatif, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah dalam bawah waktu yang ketat.


Cara yang menyenangkan untuk memberikan motivasi

Sumber: Pexels

Dengan menerapkan gamification pada caramu mengelola sumber daya manusia, kamu dapat memotivasi dan meningkatkan performa mereka. Sebuah hal yang membosankan bagi pekerja bahkan dapat kamu bumbui dengan sedikit permainan agar mereka tertarik untuk melakukannya. Nike dan Target adalah perusahaan yang telah menerapkan permainan untuk memotivasi karyawan masing-masing.

Nike menerapkan gamification pada perusahaan dengan mengadakan Ekin—yang jika dibalik adalah Nike. Ekin adalah sebuah program untuk mengajak para karyawan mengenal sejarah Nike sejak awal didirikan. Tujuan utama dari Ekin adalah agar untuk membuat karyawan mencintai brand yang mereka kerjakan, yakni Nike, agar mereka dapat meneruskan kecintaan ini kepada konsumen.

Target juga memotivasi karyawan mereka dengan Checkout Game. Permainan ini dibuat khusus untuk para kasir yang berpotensi bosan atas pekerjaan yang monoton. Mereka membuat sebuah sistem yang mengukur seberapa cepat seorang kasir untuk menangani sebuah transaksi.

Tujuan permainan ini adalah untuk memberikan kasir sebuah perasaan bangga atas apa yang mereka lakukan, walaupun hal tersebut terkesan repetitif.


Picu inovasi dengan permainan

Sumber: Pexels

Hingga kini, permainan masih dianggap menjadi salah satu cara terbaik untuk memicu inovasi dan kreativitas. Tetapi bagaimana cara untuk dapat memanfaatkannya dengan optimal? Ada tiga cara untuk memanfaatkan game dalam memancing inovasi:

  • Manfaatkan permainan untuk menghasilkan feedback atau ide.

Department for Work and Pensions (DWP) di Inggris menggunakan sebuah permainan bernama Idea Street. Permainan ini memungkinkan manajemen dapat melihat proposal seperti apa yang memiliki nilai tertinggi di mata karyawan.

Dengan memanfaatkan game ini, DWP berhasil menghemat hingga US$16 juta (sekitar Rp220 miliar) dalam sembilan bulan, tanpa mengeluarkan uang sepeser pun untuk upaya mereka.

  • Simulasi untuk memancing kreativitas.

Sebuah konsultan IT bernama NTT Data memiliki sebuah game simulasi yang mereka namakan Go LeadershipGame ini akan menguji para konsultan dengan memberikan mereka tantangan yang sulit dan berbagai skenario.

Dalam permainan, kamu akan menghadapi berbagai macam karakteristik klien serta situasi yang harus kamu selesaikan. Di sinilah kreativitas dari konsultan akan diuji untuk dapat berpikir out-of-the-box dalam menyelesaikan masalah.

  • Biarkan karyawan bermain.

Bermain bukan hanya untuk anak-anak. Bermain dapat meringankan kadar stres yang mencegahmu untuk dapat berpikir kreatif. Inilah mengapa kamu dapat menemukan berbagai wahana hiburan seperti console game, meja biliar, dan permainan lain di hampir semua perusahaan sukses di Silicon Valley.

Google bahkan menggunakan dua puluh persen dari total waktu kerja karyawannya untuk mengembangkan sendiri proyek kreatif mereka. Melalui proses inilah Gmail dapat tercipta.


Mempermudah proses perekrutan dan pelatihan

Sumber: Pixabay

Gamification dalam perekrutan dapat menghemat biaya serta menarik kandidat yang ideal bagi perusahaan. Biro intelijen dan keamanan Inggris, GCHQ membuat sebuah situs web misterius yang berisi pesan terenkripsi di CanYouCrackIt.co.uk. Situs ini digunakan sebagai bagian dari proses perekrutan karyawan dan mata-mata.

Kandidat harus memecahkan kode tersebut dan mengetahui isi pesan tersembunyi agar dapat melanjutkan proses perekrutan. Dengan permainan ini, GCHQ akan mendapatkan seorang kandidat yang benar-benar kompeten.

Gamification juga dapat menjadi alternatif pelatihan yang menarik untuk diikuti karyawan. Daiichi Sankyo, sebuah perusahaan farmasi besar di Jepang, melakukan hal ini dengan merancang sebuah game pembasmi hama.

Gamification juga dapat menjadi alternatif pelatihan yang menarik untuk diikuti karyawan.

Permainan ini didesain untuk mengajarkan karyawan tentang detail penanganan seorang pasien diabetes—yang sudah pasti membosankan. Setiap kali mereka membasmi hama, mereka akan diberikan berbagai fakta tentang produk untuk dihafal. Ini akan mereka gunakan sebagai poin untuk menukar amunisi.

Ini tentu jauh lebih baik dari hanya sekadar menghafal berbagai diktat pelatihan yang menggunung.


Manusia dapat termotivasi dengan game. Game dapat menawarkan lebih dari hanya pelepas penat. Untuk itu, perusahaan harus lebih banyak mengimplementasi gamification untuk tetap saling bersaing di kancah bisnis global.

Gamification akan membantu perusahaan dari mulai perancangan strategi hingga mempermudah proses perekrutan dan pelatihan.

Sumber: Blinkist

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

 

ABOUT WRITER

Recommended Posts

Leave a Comment